--> .::All About Education::. | Deskripsi Singkat Blog di Sini

26 June 2011

no image

Perkalian (Multimedia Interaktif)

Seberapa jauh anda menguasai perkalian.?
Nah.., game yang satu ini patut anda coba. Ada beberapa pilihan dalam permainan ini, diantaranya, multiply (perkalian biasa), factor(pemfakforan) dan divide (mencari salah satu faktor yang belum diketahui). Ow iya satu lagi fitur yang tidak kalah menarik yaitu time. Kalian bisa beradu cepat dengan lawanmu.
Are you ready..!!!
Langsung aja dech, Cekidott...,
no image

Multimedia Interaktif (Gelombang pada Tali)

Belajar IPA terutama fisika tidak selamanya menjenuhkan lho.!!
Ayo bermain sambil belajar!
Gelombang tali adalah gelombang yang merambat pada tali. Gelombang ini merupakan gelombang mekanik, dengan tali sebagai mediumnya. Jenis gelombang ini terlihat sederhana namun dapat menjelaskan efek-efek gelombang pada umumnya seperti refraksi, refleksi, transmisi dan superposisi. 

Selamat Bermain!
no image

Analisis Musik Reggae

Oleh : Sudarsono
             A.  Sejarah singkat Musik Reggae
Musik yang saya angkat disini adalah musik Reggae. Kata “reggae” diduga berasal dari pengucapan dalam logat Afrika dari kata “ragged” (gerak kagok–seperti hentak badan pada orang yang menari dengan iringan musik ska atau reggae). Irama musik reggae sendiri dipengaruhi elemen musik R&B yang lahir di New Orleans, Soul, Rock, ritmik Afro-Caribean (Calypso, Merengue, Rhumba) dan musik rakyat Jamaika yang disebut Mento, yang kaya dengan irama Afrika. Irama musik yang banyak dianggap menjadi pendahulu reggae adalah Ska dan Rocksteady, bentuk interpretasi musikal R&B yang berkembang di Jamaika yang sarat dengan pengaruh musik Afro-Amerika. Secara teknis dan musikal banyak eksplorasi yang dilakukan musisi Ska, diantaranya cara mengocok gitar secara terbalik (up-strokes), memberi tekanan nada pada nada lemah (syncopated) dan ketukan drum multi-ritmik yang kompleks.
Teknik para musisi Ska dan Rocsteady dalam memainkan alat musik, banyak ditirukan oleh musisi reggae. Namun tempo musiknya jauh lebih lambat dengan dentum bas dan rhythm guitar lebih menonjol. Karakter vokal biasanya berat dengan pola lagu seperti pepujian (chant), yang dipengaruhi pula irama tetabuhan, cara menyanyi dan mistik dari Rastafari. Tempo musik yang lebih lambat, pada saatnya mendukung penyampaian pesan melalui lirik lagu yang terkait dengan tradisi religi Rastafari dan permasalahan sosial politik humanistik dan universal.
Album “Catch A Fire” (1972) yang diluncurkan Bob Marley and The Wailers dengan cepat melambungkan reggae hingga ke luar Jamaika. Kepopuleran reggae di Amerika Serikat ditunjang pula oleh film The Harder They Come (1973) dan dimainkannya irama reggae oleh para pemusik kulit putih seperti Eric Clapton, Paul Simon, Lee ‘Scratch’ Perry dan UB40. Irama reggae pun kemudian mempengaruhi aliran-aliran musik pada dekade setelahnya, sebut saja varian reggae hip hop, reggae rock, blues, dan sebagainya.

B.     Asal Musik Reggae
Tahun 1968 banyak disebut sebagai tahun kelahiran musik reggae. Sebenarnya tidak ada kejadian khusus yang menjadi penanda awal muasalnya, kecuali peralihan selera musik masyarakat Jamaika dari Ska dan Rocsteady, yang sempat populer di kalangan muda pada paruh awal hingga akhir tahun 1960-an, pada irama musik baru yang bertempo lebih lambat : reggae. Boleh jadi hingar bingar dan tempo cepat Ska dan Rocksteady kurang mengena dengan kondisi sosial dan ekonomi di Jamaika yang sedang penuh tekanan.
Akar musikal reggae terkait erat dengan tanah yang melahirkannya: Jamaika. Saat ditemukan oleh Columbus pada abad ke-15, Jamaika adalah sebuah pulau yang dihuni oleh suku Indian Arawak. Nama Jamaika sendiri berasal dari kosa kata Arawak “xaymaca” yang berarti “pulau hutan dan air”. Kolonialisme Spanyol dan Inggris pada abad ke-16 memunahkan suku Arawak, yang kemudian digantikan oleh ribuan budak belian berkulit hitam dari daratan Afrika. Budak-budak tersebut dipekerjakan pada industri gula dan perkebunan yang bertebaran di sana. Sejarah kelam penindasan antar manusia pun dimulai dan berlangsung hingga lebih dari dua abad. Baru pada tahun 1838 praktek perbudakan dihapus, yang diikuti pula dengan melesunya perdagangan gula dunia.
Di tengah kerja berat dan ancaman penindasan, kaum budak Afrika memelihara keterikatan pada tanah kelahiran mereka dengan mempertahankan tradisi. Mereka mengisahkan kehidupan di Afrika dengan nyanyian (chant) dan bebunyian (drumming) sederhana. Interaksi dengan kaum majikan yang berasal dari Eropa pun membekaskan produk silang budaya yang akhirnya menjadi tradisi folk asli Jamaika. Bila komunitas kulit hitam di Amerika atau Eropa dengan cepat luntur identitas Afrika mereka, sebaliknya komunitas kulit hitam Jamaika masih merasakan kedekatan dengan tanah leluhur.
Sejarah gerakan penyadaran identitas kaum kulit hitam, yang kemudian bertemali erat dengan keberadaan musik reggae, mulai disemai pada awal abad ke-20. Adalah Marcus Mosiah Garvey, seorang pendeta dan aktivis kulit hitam Jamaika, yang melontarkan gagasan “Afrika untuk Bangsa Afrika…” dan menyerukan gerakan repatriasi (pemulangan kembali) masyarakat kulit hitam di luar Afrika. Pada tahun 1914, Garvey mendirikan Universal Negro Improvement Association (UNIA), gerakan sosio-religius yang dinilai sebagai gerakan kesadaran identitas baru bagi kaum kulit hitam.
Pada tahun 1916-1922, Garvey meninggalkan Jamaika untuk membangun markas UNIA di Harlem, New York. Konon sampai tahun 1922, UNIA memiliki lebih dari 7 juta orang pengikut. Antara tahun 1928-1930 Garvey kembali ke Jamaika dan terlibat dalam perjuangan politik kaum hitam dan pada tahun 1929 Garvey meramalkan datangnya seorang raja Afrika yang menandai pembebasan ras kulit hitam dari penindasan kaum Babylon (sebutan untuk pemerintah kolonial kulit putih—merujuk pada kisah kitab suci tentang kaum Babylon yang menindas bangsa Israel). Ketika Ras Tafari Makonnen dinobatkan sebagai raja Ethiopia di tahun 1930, yang bergelar HIM Haile Selassie I, para pengikut ajaran Garvey menganggap Ras Tafari sebagai sosok pembebas itu. Mereka juga menganggap Ethiopia sebagai Zion—tanah damai bak surga—bagi kaum kulit hitam di dalam maupun luar Afrika. Ajaran Garvey pun mewujud menjadi religi baru bernama Rastafari dengan Haile Selassie sebagai sosok yang di-tuhan-kan
Pada bulan April 1966, karena ancaman pertentangan sosial yang melibatkan kaum Rasta, pemerintah Jamaika mengundang HIM Haile Selassie I untuk berkunjung menjumpai penghayat Rastafari. Dia menyampaikan pesan menyediakan tanah di Ethiopia Selatan untuk repatriasi Rasta. Namun Haile Selassie juga menekankan perlunya Rasta untuk membebaskan Jamaika dari penindasan dan ketidak adilan dan menjadikan Rastafari sebagai jalan hidup, sebelum mereka eksodus ke Ethiopia.
Tahun-tahun setelahnya kredo gerakan tersebut makin tersebar luas, yakni “Bersatunya kemanusiaan adalah pesannya, musik adalah modus operandinya, perdamaian di bumi seperti halnya di surga (Zion) adalah tujuannya, memperjuangkan hak adalah caranya dan melenyapkan segala bentuk penindasan fisik dan mental adalah esensi perjuangannya.” Ketika Bob Marley menjadi pengikut Rastafari di tahun 1967 dan setahun kemudian disusul kelahiran reggae, maka modus operan di penyebaran ajaran Rastafari pun ditemukan: reggae!

C.     Tokoh dan Fungsi Musik Reggae
Bob Marley, Nabi Para Rasta
Terlahir dengan nama Robert Nesta Marley pada Februari 1945 di St. Ann, Jamaika, Bob Marley berayahkan seorang kulit putih dan ibu kulit hitam. Pada tahun 1950-an Bob beserta keluarganya pindah ke ibu kota Jamaika, Kingston. Di kota inilah obsesinya terhadap musik sebagai profesi menemukan pelampiasan. Waktu itu Bob Marley banyak mendengarkan musik R&B dan soul, yang kemudian hari menjadi inspirasi irama reggae, melalui siaran radio Amerika. Selain itu di jalanan Kingston dia menikmati hentakan irama Ska dan Steadybeat dan kemudian mencoba memainkannya sendiri di studio-studio musik kecil di Kingston.
Bersama Peter McIntosh dan Bunny Livingston, Bob membentuk The Wailing Wailers yang mengeluarkan album perdana di tahun 1963 dengan hit “Simmer Down”. Lirik lagu mereka banyak berkisah tentang “rude bwai” (rude boy), anak-anak muda yang mencari identitas diri dengan menjadi berandalan di jalanan Kingston. The Wailing Wailers bubar pada pertengahan 1960-an dan sempat membuat penggagasnya patah arang hingga memutuskan untuk berkelana di Amerika. Pada bulan April 1966 Bob kembali ke Jamaika, bertepatan dengan kunjungan HIM Haile Selassie I —raja Ethiopia– ke Jamaika untuk bertemu penganut Rastafari. Kharisma sang raja membawa Bob menjadi penghayat ajaran Rastafari pada tahun 1967, dan bersama The Wailer, band barunya yang dibentuk setahun kemudian bersama dua personil lawas Mc Intosh dan Livingston, dia menyuarakan nilai-nilai ajaran Rasta melalui reggae. Penganut Rastafari lantas menganggap Bob menjalankan peran profetik sebagaimana para nabi, menyebarkan inspirasi dan nilai Rasta melalui lagu-lagunya.
The Wailers bubar di tahun 1971, namun Bob segera membentuk band baru bernama Bob Marley and The Wailers. Tahun 1972 album Catch A Fire diluncurkan. Menyusul kemudian Burning (1973–berisi hits “Get Up, Stand Up” dan “ I Shot the Sheriff” yang dipopulerkan Eric Clapton), Natty Dread (1975), Rastaman Vibration (1976) dan Uprising (1981) yang makin memantapkan reggae sebagai musik mainstream dengan Bob Marley sebagai ikonnya.
Pada tahun 1978, Bob Marley menerima Medali Perdamaian dari PBB sebagai penghargaan atas upayanya mempromosikan perdamaian melalui lagu-lagunya. Sayang, kanker mengakhiri hidupnya pada 11 Mei 1981 saat usia 36 tahun di ranjang rumah sakit Miami, AS, seusai menggelar konser internasional di Jerman. Sang Nabi kaum Rasta telah berpulang, namun inspirasi humanistiknya tetap mengalun sepanjang zaman.
One Love! One Heart!
Lets get together and feel all right.
Hear the children crying (One Love!);
Hear the children crying (One Heart!)
(One Love / People Get Ready)

D.    Kondisi Mayarakat
Selain Bob Marley dan Jamaika, rambut gimbal atau lazim disebut “dreadlocks” menjadi titik perhatian dalam fenomena reggae. Saat ini dreadlock selalu diidentikkan dengan musik reggae, sehingga secara kaprah orang menganggap bahwa para pemusik reggae yang melahirkan gaya rambut bersilang-belit (locks) itu. Padahal jauh sebelum menjadi gaya, rambut gimbal telah menyusuri sejarah panjang.
Konon, rambut gimbal sudah dikenal sejak tahun 2500 SM. Sosok Tutankhamen, seorang fir’aun dari masa Mesir Kuno, digambarkan memelihara rambut gimbal. Demikian juga Dewa Shiwa dalam agama Hindu. Secara kultural, sejak beratus tahun yang lalu banyak suku asli di Afrika, Australia dan New Guinea yang dikenal dengan rambut gimbalnya. Di daerah Dieng, Wonosobo hingga kini masih tersisa adat memelihara rambut gimbal para balita sebagai ungkapan spiritualitas tradisional.
Membiarkan rambut tumbuh memanjang tanpa perawatan, sehingga akhirnya saling membelit membentuk gimbal, memang telah menjadi bagian praktek gerakan-gerakan spiritualitas di kebudayaan Barat maupun Timur. Kaum Nazarit di Barat, dan para penganut Yogi, Gyani dan Tapasvi dari segala sekte di India, memiliki rambut gimbal yang dimaksudkan sebagai pengingkaran pada penampilan fisik yang fana, menjadi bagian dari jalan spiritual yang mereka tempuh. Selain itu ada kepercayaan bahwa rambut gimbal membantu meningkatkan daya tahan tubuh, kekuatan mental-spiritual dan supernatural. Keyakinan tersebut dilatari kepercayaan bahwa energi mental dan spiritual manusia keluar melalui ubun-ubun dan rambut, sehingga ketika rambut terkunci belitan maka energi itu akan tertahan dalam tubuh.
Seiring dimulainya masa industrial pada abad ke-19, rambut gimbal mulai sulit diketemukan di daerah Barat. Sampai ketika pada tahun 1914 Marcus Garvey memperkenalkan gerakan religi dan penyadaran identitas kulit hitam lewat UNIA, aspek spiritualitas rambut gimbal dalam agama Hindu dan kaum tribal Afrika diadopsi oleh pengikut gerakan ini. Mereka menyebut diri sebagai kaum “Dread” untuk menyatakan bahwa mereka memiliki rasa gentar dan hormat (dread) pada Tuhan. Rambut gimbal para Dread iniah yang memunculkan istilah dreadlocks—tatanan rambut para Dread. Saat Rastafarianisme menjadi religi yang dikukuhi kelompok ini pada tahun 1930-an, dreadlocks juga menjelma menjadi simbolisasi sosial Rasta (pengikut ajaran Rastafari).
Simbolisasi ini kental terlihat ketika pada tahun 1930-an Jamaika mengalami gejolak sosial dan politik. Kelompok Rasta merasa tidak puas dengan kondisi sosial dan pemerintah yang ada, lantas membentuk masyarakat tersendiri yang tinggal di tenda-tenda yang didirikan diantara semak belukar. Mereka memiliki tatanan nilai dan praktek keagamaan tersendiri, termasuk memelihara rambut gimbal. Dreadlocks juga mereka praktekkan sebagai pembeda dari para “baldhead” (sebutan untuk orang kulit putih berambut pirang), yang mereka golongkan sebagai kaum Babylon—istilah untuk penguasa penindas. Pertengahan tahun 1960-an perkemahan kelompok Rasta ditutup dan mereka dipindahkan ke daerah Kingston, seperti di kota Trench Town dan Greenwich, tempat dimana musik reggae lahir pada tahun 1968.
Ketika musik reggae memasuki arus besar musik dunia pada akhir tahun 1970-an, tak pelak lagi sosok Bob Marley dan rambut gimbalnya menjadi ikon baru yang dipuja-puja. Dreadlock dengan segera menjadi sebuah trend baru dalam tata rambut dan cenderung lepas dari nilai spiritualitasnya. Apalagi ketika pada tahun 1990-an, dreadlocks mewarnai penampilan para musisi rock dan menjadi bagian dari fashion dunia. Dreadlock yang biasanya membutuhkan waktu sekitar lima tahun untuk terbentuk, sejak saat itu bisa dibuat oleh salon-salon rambut hanya dalam lima jam! Aneka gaya dreadlock pun ditawarkan, termasuk rambut aneka warna dan “dread perms” alias gaya dreadlock yang permanen.
Meski cenderung lebih identik dengan fashion, secara mendasar dreadlock tetap menjadi bentuk ungkap semangat anti kekerasan, anti kemapanan dan solidaritas untuk kalangan minoritas tertindas.
E.     Kesimpulan
Berdasarkan beberapa uraian di atas maka menurut saya pada awalnya Musik Reggae merupakan jenis musik dalam fungsi dakwah. Karena pada jaman dahulu reggae ini digunakan untuk penyebaran agama Rastafari. Rastafari merupakan sebuah gerakan agama baru yang mengakui Haile Selassie I, bekas kaisar Ethiopia sebagai Raja diraja, Tuan dari segala Tuan dan Singa Yehuda sebagai Yah (nama Rastafari untuk Allah). Setelah Bob menjadi penghayat ajaran Rastafari pada tahun 1967, Ia bersama The Wailer, band barunya yang dibentuk setahun kemudian bersama dua personil lawas Mc Intosh dan Livingston menyuarakan nilai-nilai ajaran Rasta melalui reggae. Ternyata musik tersebut sukses mempengaruhi masyarakat dan penganut Rastafaripun lantas menganggap Bob menjalankan peran profetik sebagaimana para nabi, menyebarkan inspirasi dan nilai Rasta melalui lagu-lagunya.
Pesatnya arus globalisasi sekarang ini membuat musik reggae kini cenderung lepas dari nilai spiritualitasnya. Kini musik reggae telah banyak terdengar di seluruh penjuru dunia. Di Indonesia misalnya juga telah banyak bermunculan musisi-musisi Reggae misalnya: Mas Tony Q Rastafara, Steven and Coconut Trees, Souljah, Ras Muhammad, Pasukan Lima Jari, UpRising, Gangstarasta, Joni Agung and Double T dan yang paling fenomenal belum lama ini adalah mbah Surip. I Love U Full…, hahahaha….

F.     Daftar Pustaka


no image

Strategi-strategi Pembelajaran CTL

Beberapa strategi pembelajaran yang perlu dikembangkan oleh guru secara konstektual antara lain :
a.      Pembelajaran berbasis masalah.
      Dengan memunculkan problem yang dihadapi bersama,siswa ditantang untuk berfikir kritis untuk memecahkan .
b.      Menggunakan konteks yang beragam.
      Dalam CTL guru membermaknakan pusparagam konteks sehingga makna yang diperoleh siswa menjadi berkualitas.
c.       Mempertimbangkan kebhinekaan siswa.
      Guru mengayomi individu dan menyakini bahwa perbedaan individual dan sosial seyogianya  dibermaknakan menjadi mesin penggerak untuk belajar  saling menghormati dan toleransi untuk mewujudkan keterampilan interpersonal.
d.      Memberdayakan siswa untuk belajar sendiri.
      Pendidikan formal merupakan kawah candradimuka bagi siswa untuk menguasai cara belajar untuk belajar mandiri dikemudian hari.
e.       Belajar melalui kolaborasi
      Dalam setiap kolaborasi selalu ada siswa yang menonjol dibandingkan dengan koleganya dan siswa ini dapat dijadikan sebagai fasilitator dalam kelompoknya.
f.       Menggunakan penelitian autentik
      Penilaian autentik menunjukkan bahwa belajar telah berlangsung secara terpadu dan konstektual dan memberi kesempatan pada siswa untuk dapat maju terus sesuai dengan potensi yang dimilikinya
g.      Mengejar standar tinggi
      Setiap pengajar seyogianya menentukan kompetensi kelulusan dari waktu kewaktu terus ditingkatkan  dan setiap sekolah hendaknya melakukan Benchmarking(perbaikan/pembenahan diri) dengan melakukan studi banding keberbagai sekolah dalam dan luar negeri
Berdasarkan Center for Occupational Research and Development (CORD) Penerapan strategi pembelajaran konstektual digambarkan sebagai berikut:
a.      Relating
      Belajar dikatakan dengan konteks dengan pengalaman nyata, konteks merupakan kerangka kerja yang dirancang guru  untuk membantu peserta didik agar yang dipelajarinya bermakna.
b.      Experiencing
      Belajar adalah kegiatan “mengalami “peserta didik diproses secara aktif dengan hal yang dipelajarinya dan berupaya melakukan eksplorasi terhadap hal yang dikaji,berusaha menemukan dan menciptakan hal yang baru dari apa yang dipelajarinya.
c.       Applying
      Belajar menekankan pada proses mendemonstrasikan pengetahuan yang dimiliki dengan dalam konteks dan pemanfaatanya.
d.      Cooperative
      Belajar merupakan proses kolaboratif dan kooperatif melalui kegiatan kelompok, komunikasi interpersonal atau hubunngan intersubjektif.
e.       Trasfering
      Belajar menekankan pada terwujudnya kemampuan memanfaatkan pengetahuan dalam situasi atau konteks baru.
no image

Pengertian dan Tujuan Pembelajaran CTL

1.      PENGERTIAN
Menurut Nur Hadi CTL adalah konsep belajar yang mendorong guru untuk menghubungkan antara materi yang diajarkan dan situasi dunia nyata siswa.
Menurut Jonhson CTL adalah sebuah proses pendidikan yang bertujuan untuk menolong para siswa melihat siswa melihat makna didalam materi akademik yang mereka pelajari dengan cara menghubungkan subyek-subyek akademik dengan konteks dalam kehidupan keseharian mereka.
Jadi pengertian CTL dari pendapat para tokoh-tokoh diatas dapat kita simpulkan bahwa CTL adalah konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkanya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari.
Sistem CTL mencakup delapan komponen berikut ini:
a.       Membuat keterkaitan-keterkaitan yang bermakna
b.      Melakukan pekerjaan yang berarti
c.       Melakukan pembelajaran yang diatur sendiri
d.      Bekerja sama
e.       Berpikir kritis dan kreatif
f.       Membantu individu untuk tumbuh dan berkembang
g.      Mencapai standar yang tinggi
h.      Menggunakan penilaian autentik

2.      TUJUAN
a.       Model pembelajaran CTL ini bertujuan untuk memotivasi siswa untuk memahami makna materi  pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari sehingga siswa memiliki pengetahuan atau keterampilan yang secara refleksi dapat diterapkan dari permasalahan kepermasalahan lainnya.
b.      Model pembelajaran ini bertujuan agar dalam belajar itu tidak hanya sekedar menghafal tetapi perlu dengan adanya pemahaman.
c.       Model pembelajaran ini menekankan pada pengembangan minat pengalaman siswa.
d.      Model pembelajaran CTL ini bertujuan untuk melatih siswa agar dapat berfikir kritis dan terampil dalam memproses pengetahuan agar dapat menemukan dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain.
e.       Model pembelajaran CTL ini bertujuan agar pembelajaran lebih produktif dan bermakna
f.       Model pembelajaran model CTL ini bertujuan untuk mengajak anak pada suatu aktivitas yang mengkaitkan materi akademik dengan konteks kehidupan sehari-hari.
g.      Tujuan pembelajaran model CTL ini agar siswa secara individu dapat menemukan dan mentrasfer informasi-informasi komplek dan siswa dapat menjadikan informasi itu miliknya sendiri.
Hal-hal yang diperlukan untuk mencapai sejumlah hasil yang diharapkan dalam penerapan pendekatan kontekstual adalah sebagai berikut :
1.      Guru yang berwawasan
Maksudnya yaitu guru yang berwawasan dalam penerapan dan pendekatan.
2.      Materi dalam pembelajaran
Dalam hal ini guru harus bisa mencari materi pembelajaran yang dijiwai oleh konteks yang perlu disusun agar bermakna bagi siswa.
3.      Strategi metode, teknik belajar dan mengajar
Dalam hal ini adalah bagaimana seorang guru membuat siswa bersemangat belajar yang lebih konkret, yang menggunakan realitas, lebih aktual, nyata/riil, dsb.
4.      Media pendidikan
Media yang digunakan dapat berupa situasi alamiah, benda nyata, alat peraga, film nyata yang mana perlu dipilih dan dirancang agar sesuai dan belajar lebih bermakna.
5.      Fasilitas
Media pendukung pembelajaran konstektual seperti peralatan, dan perlengkapan, laboratorium, tempat praktek dan tempat untuk melakukan pelatihan perlu disediakan.
6.      Proses belajar dan mengajar
Hal ini ditujukan oleh perilaku guru dan siswa yang bernuansa pembelajaran kontekstual yang merupakan inti dari pembelajaran kontekstual.
7.      Kancah pembelajaran
Hal ini perlu dipilih sesuai dengan hasil yang diingikan.
8.      Penilaian
Penilaian/evaluasi otentik perlu diupayakan karena pada pembelajaran ini menuntut pengukuran prestasi belajar siswa dengan cara-cara yang tepat dan variatif, tidak hanya dengan pensil atau paper test.
9.      Suasana
Suasana dalam lingkungan pembelajaran kontekstual sangat berpengaruh karena dapat mendekatkan situasi kehidupan sekolah dengan kehidupan nyata dilingkungan siswa.
no image

Cara Mengaitkan Pengajaran dan Pembelajaran

Banyak cara efektif untuk mengaitkan pengajaran dan pembelajaran dengan konteks situasi sehari-hari siswa. Beberapa metode perlu disoroti untuk menentukan metode yang paling efektif untuk menyatukan isi akademik dengan pengalaman pribadi siswa. Ada empat metode yang dapat diterapkan untuk siswa Sekolah dasar, yaitu :
a.       Ruang kelas tradisional yang mengaitkan materi dengan konteks siswa.
      Guru adalah pemimpin di ruang kelas. Sebagai pemimpin, guru di sebuah ruang tradisional dapat menghubungkan informasi baru dengan kehidupan siswa melalui banyak cara yang penuh dengan makna.
      Guru yang berbakat mengubungkan isi dengan konteks dengan cara yang tak terhitung, bergantung pada tujuan belajar mereka dan siswa mereka. Beberapa pendekatan yang terkenal antara lain adalah mengundang pembicara tamu yang ahli; memberiakn waktu kepada siswa untuk mengajar dengan menceritakan pengalaman dan pengetahuan mereka sendiri; mengajar materi yang sama dengan cara yang dapat diterima oleh kecerdasan dan gaya belajar yang berbeda.; melakukan simulasi.
      Contoh pengaitan di dalam kelas :
Anak-anak sekolah dasar meneliti beberapa pelukis, seperti Rembrandt, Van Gogh, Monet, Winslow Homer, dll. Dalam kelas, mereka menghabiskan sebagian besar waktu untuk menggambar sesuai dengan gaya pelukis yang sedang dipelajari dengan menggunakan krayon dan kapur tulis. Pada akhir pelajaran kesenian, setiap anak memilih seorang pelukis yang karyanya paling disenangi untuk ditiru. Lalu, anak-anak tersebut pergi ke kantin sekolah saat sedang kosong dan mendapayi kertas kosong yang sangat panjang dan luas tergantung di sana. Setiap siswa melukis sebuah ganbar di kertas tersebut, meniru karya pelukis yang sudah mereka tentukan. Saat semua selesai menggambar, para siswa mundur untuk membicarakan karya mereka. Mereka termotivasi saat mengetaui lukisan mereka akan menghiasi kantin selama dua minggu.
>   Sebuah simulasi yang diadakan sebuah sekolah mengenai kejadian-kejadian yang memicu Perang Dunia II meminta siswa untuk mewakili negara-negara yang ikut serta dalam PD II. Setiap kelompok mengangkat seorang menteri luar negeri, seorang wakil menteri, dan seorang asisten menteri. Tugas mereka adalah bertemu dan berunding mencari upaya untuk menghindari perang yang akan terjadi. Para siswa mempelajari situasi dunia sebelum pecahnya perang, memeriksa tujuan dari setiap negara, dan mempelajari dampak sekutu atas dimulainya Perang Dunia II.
b.      Penambahan atau penyisipan mata pelajaran yang berbeda
Caranya
Pililah bidang yang ingin Anda masukkan dalam mata pelajaran anda
- Temui dan kumpulkan informasi dari instruktur di bidang tersebut. Tanyakan mengenai tujuan belajar, tugas-tugas khusus dan teknik-teknik penilaian.
Gunakan informasi ini untuk membuat daftar tujuan belajar – keterampilan dan kompetensi – yang diharapkan didapat oleh para siswa dari mata pelajaran tersebut. Bandingkan dengan tujuan belajar Anda sendiri
Masukkan materi yang dapat memenuhi tujuan belajar dari kedua mata pelajaran. Pemikiran kritis, keterampilan berkomunikasi, dan kerja tim.
c.       Mata pelajaran yang saling berhubungan (Linked course)
      Adalah mata pelajaran terpisah yang disatukan oleh materi yang saling melengkapi dan topik yang sama. Meskipun setiap mata pelajaran memiliki tujuan, penilaian dan nilai akhir yang terpisah, isi setiap pelajaran dihubungkan sedemikian rupa hingga memberikan konteks pelajaran yang kaya. Mata pelajaran yang saling berhubungan, mata pelajaran terpisah yang proyek tugasnya sama, memungkinkan para siswa untuk melihat bagaimana satu mata pelajaran berhubungan dengan mata pelajaran lain. Dengan membuat hubungan-hubungan ini, anak-anak muda memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menampilkan gaya belajar dan bakat mereka yang unik.
      Contohnya : di Helena Middle School di Helena, Montana, semua guru kelas tujuh setuju bahwa di dalam ruang kelas masing-masing, mereka akan menyisihkan waktu beberapa jam untuk mengajar materi yang mirip dengan tugas memproduksi mainan. Setelah menerima peralatan dasar yang dibutuhkan untuk membangun mesin yang dapat menjalankan mobil mainan dari Perkumpulan Insinyur otomotif (The society of Automotif Engineers),sekolah membagi kelas tujuh menjadi kelompok-kelompok dan memberi tugas mendesain dan membuat mobil mainan bermesin yang menarik bagi anak-anak kepada setiap kelompok. Dalam kelompok yang beranggotakan empat atau lima orang, para siswa mewawancarai anak-anak di sekolah dasar terdekat atau mencari tahu apakah mereka lebih senang mobil mainan yang berjalan pelan dan dapat melewati jalanan menanjak atau mobil mainan yang bergerak cepat dipermukaan yang datar. Dengan menggunakan informasi tersebut, setiap kelompok mulai bekerja. Para siswa menggunakan matematika untuk menghitung yang dinamakan rasio persnelling. Mereka menyusun pertanyaan-pertanyaan untuk ditanyakan kepada anak sekolah dasar dan membuat catatan tertulis dari penemuan-penemuan mereka. Kemudian, setiap tim mendesain mobil yang diyakini akan sangat disenangi oleh anak-anak. Mobil yang telah jadi dievaluasi oleh juri yang terdiri dari orang-orang dewasa. Juri-juri ini mempertimbangkan gaya pegas mobil, mutu bodi mobil, yang dibuat dengan tangan, dan kejelasan instruksi pengoperasian mobil. Mereka juga menilai penampilan saat mobil-mobil tersebut bertanding dengan yang lain.
d.      Mata pelajaran terpadu
      “Terpadu” berarti mata pelajaran yang diciptakan dengan mengombinasikan satu atau displin ilmu yang berbeda. Mata pelajaran terpadu ini biasanya diajar secara tim, dengan serangkaian tujuan dan penilaian yang sesuai dengan gabungan dari disiplin ilmu yang digabungkan. Kadang-kadang matapelajaran ini disebut “multidisipliner”. “lintas-kurikulum”. Mata pelajaran terpadu sesuai dengan kebutuhan otak untuk menyusun pola dalam menentukan makna.
      Dalam kelas terpadu, para siswa menemukan bahwa pengetahuan saling melengkapi dan terjalin; tidak ada batas, tidak ada perbedaan yang dibuat-buat. Mata pelajaran terpadi menyatukan mata pelajaran yang berbeda ke dalam satu-kesatuan makna dan mengaitkannya dengan kehidupan siswa. Mata pelajaran terpadu, dapat berhasil dengan baik apabila mata pelajaran ini menggabungkan semua komponen dari system pengajaran dan pembelajaran kontekstual. Komponen-komponen CTL menjamin bahwa mata pelajaran terpadu adalah pengalaman yang berpusat pada siswa, mengakomodasi siswa dari kebudayaan dan latar belakang yang berbeda, dan cocok dengan beragam minat, bakat dan gaya belajar.
                        Bisa dikatakan pengaitan paling ampuh adalah pengaitan yang mengundang siswa untuk membuat pilihan, menerima tanggung jawab, dan memberikan hasil penting bagi orang lain.
no image

Tambah dan edit video pada PowerPoint 2010

Presentasi saat ini sudah menjadi menu wajib bagi kita, tidak hanya di kalangan pebisnis saja melainkan namun juga sudah diterapkan di dunia pendidikan. Nah ada kabar gembira dengan munculnya PowerPoint 2010 yaitu sobat tidak hanya memungkinkan untuk embed video ke dalam presentasi melainkan juga menyediakan alat untuk video editing. Wooow keren bukan...
Pertama-tama, belajar bagaimana Anda dapat menanamkan video ke dalam presentasi PowerPoint. Setelah Anda telah tertanam video dalam slide, mulai menggunakan fitur built-in Video Editing dari PowerPoint 2010 untuk meningkatkan kualitas video Anda dan membuatnya lebih menarik tentunya. 

Sekarang mari kita melihat operasi yang disertakan dalam tab Format PowerPoint 2010. Anda dapat dengan mudah memangkas bagian yang tidak diinginkan dari video, dapat menerapkan gaya yang berbeda seperti tepi memudar, rotasi 3D, refleksi hidup, dll untuk video Anda, dan juga dapat warna video jika Anda pikir itu tidak cocok dengan latar belakang slide Anda.
Pada screenshot di bawah Anda dapat melihat bagaimana mudahnya untuk memangkas video.
 

Ada bagian yang terpisah untuk menerapkan Video Shape, Video Border, dan Video Effects.
Video effect
Ubah kontras

Klik Video Correction Options dan jendela baru akan terbuka yang berisi ton pilihan yang dapat dilakukan pada video.
Warna Border dan pilihan Gaya Perbatasan terletak di sidebar kiri, memperbolehkan Anda mengedit warna perbatasan dan gaya efek video, bayangan dan refleksi dapat ditambahkan dari Shadow dan pilihan Refleksi. Anda dapat melakukan 3-D operasi pada video menggunakan Format 3-D dan 3-D opsi Rotasi. Pilihan Tanaman memungkinkan Anda bagian tanaman video. Cukup menentukan posisi video dan parameter tanaman lainnya seperti Lebar, Tinggi, Kiri dan Kanan dan dll.
Ukuran dan pilihan Posisi memungkinkan Anda menyesuaikan ukuran yang tepat dan posisi video. Anda dapat menambahkan Judul Video dan deskripsi dari pilihan Alt Teks.
Semua pilihan dibahas di atas berada di bawah tab Format, Anda akan menemukan opsi pengeditan lainnya di bawah tab Playback. Pilihan untuk Trim Video, Fade In / Out, dan Putar yang tertata rapi untuk pengguna.
Selamat Berkreasi.!!