--> .::All About Education::. | Deskripsi Singkat Blog di Sini

06 January 2012

Resolusi Juara 2012: Gagal PNS, wujudkan SD Cyber

Resolusi Juara 2012: Gagal PNS, wujudkan SD Cyber


Selamat tahun baru 2012 untuk semua sobat-sobatku...
Tahun baru selalu identik dengan kebahagiaan,  hampir di semua tempat di penjuru dunia di hiasi dengan kembang api tepat pada malam pergantian tahun. Sungguh indah memang seandainya bisa berada dalam keramaian itu, mungkin sedikit melupakan masalah yang sedang dihadapi. Tapi mungkin itu yang tak aku alami pada tahun 2011 lalu. Tahun baru yang sungguh membuatku mungkin takkan bisa melupakannya sampai saat ini. Yah, saat itulah aku menerima keberhasilan yang tertunda atau gagal dalam PNS. Dimana sebelumnya saya sudah dinyatakan lulus seleksi, baik seleksi administrasi, ujian tulis maupun tes kesehatan.
Saat itu aku melihat pengumuman lewat internet, yang mana memang sistem pengelolaannya sudah menggunakan teknologi internet. Saat itu di depan komputer jadul di sebuah kamar mungil rumahku semua keluarga berkumpul ingin menyaksikan pengumuman CPNS lewat internet itu. Memang sebenarnya juga di muat di surat kabar namun rumahku yang sedikit di pedesaan lumayan jauh untuk mendapatkan surat kabar. Maka lewat internet itulah aku kemudian mendownload hasil pengumuman lewat website pemerintah itu.
Suasana menjadi hening, semua pasti berharap yang terbaik untukku. Detak jantungku bertambah cepat saat proses unduh berhasil. Kubuka dokumen itu, lalu ketikkan namaku di kolom pencarian, dan dengan penuh harapan ku tekan tombol "Enter". Betapa senangnya hatiku saat namaku muncul dalam dokumen tersebut, “Sudarsono”. Alhamdulillah, itulah kata yang pertama kali muncul memecah keheningan kamar pada pagi itu. Suasana menjadi gembira bercampur haru, ketika kupastikan bahwa tanggal lahir dan nomor pesertanya adalah benar.
            Wah, kok mlah jadi curhat ya sobat.?? hehe. Singkat cerita sobat karena suatu alasan, maka aku tidak bisa mendapatkan kesempatan CPNS’an tersebut. Sungguh tragis memang, setelah dinyatakan lolos bersaing dengan beribu-ribu pendaftar lain namun ternyata harus pupus. Mungkin memang belum rejekinya kali ya? Saat itu memang aku masih menggunakan ijazah D2 namun saat itu telah menempuh pendidikan S1. Yah mungkin memang lebih baik ku selesaikan dulu studiku ini. Owh iya sobat, untuk yang belum mengenalku, aku adalah mahasiswa jurusan PGSD atau Pendidikan Guru Sekolah Dasar di salah satu Perguruan Tinggi di Solo. Itulah mungkin sedikit kisahku di tahun 2011 lalu, yang sempat membuat diriku terombang-ambing dalam hidup ini. Tapi itu dulu sobat, “Badai pasti berlalu” so jangan sampai berlarut-larut bukan? Saatnya menatap masa depan dan menjemput impian. Sekarang adalah tahun 2012 maka saatnya melakukan perubahan!
            Saat ini aku masih meneruskan kuliahku, dan untuk mengisi kekosongan aku juga mengajar ekstra kurikuler komputer di sebuah SD tempat kakakku mengajar. SD tersebut sebenarnya sungguh potensial. Pada saat ini SD tersebut sudah mempunyai 4 unit computer, 3 buah laptop dan 3 buah Projektor, lumayan untuk sebuah sekolah di pedesaan. Bersamaan dengan tugas kuliahku yang tinggal Skripsi saja jika tak ada aral melintang maka sambil menunggu pembukaan pendaftaran CPNS berikutnya rencananya saya akan berjuang di SD tersebut. Dengan sedikit fasilitas yang ada seperti di atas maka saya ingin mewujudkan Sekolah Dasar Cyber. Walaupun di desa saya ingin agar anak-anak tidak ketinggalan jaman dan dapat menyesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin kuat. 
Siswa-siswi SDN 6 Jimbung

Berikut adalah Resolusi Juaraku untuk tahun 2012 di SDN 6 Jimbung bersama Telkom Speedy:
1. Mengusulkan kepada Kepala Sekolah serta Komite untuk penambahan perangkat komputer. Yah minimal dua anak satu komputer lah, agar belajar jadi lebih mudah.
2.  Instalasi/ pemasangan jaringan internet, tentunya dengan Telkom Speedy yang telah bertahun-tahun melayani masyarakat Indonesia. Dengan internet masuk SD ini saya berharap dapat menciptakan generasi penerus yang siap bersaing menghadapi dunia yang serba Hi Tech.
3.    Mengadakan pelatihan komputer dan pengenalan internet baik untuk siswa maupun untuk guru. Hal ini termasuk saya juga lho sobat, karena saya juga masih newbie. Kemarin aja tiba-tiba template rusak. Jadi gini deh, seadanya dulu dinikmati yah.? hehe.,
4.    Untuk peningkatan kualitas pembelajaran maka dalam pembelajaran, saya akan mempelopori menggunakan internet sebagai pembelajaran yang menarik bagi siswa yaitu, menggunakan Multimedia Pembelajaran Interaktif seperti content yang tersedia dalam Indismart. Nah untuk teman-teman yang belum tau konten Indismart mungkin bisa juga lihat demonya disini, gratis dan banyak pokoknya. Untuk yang sudah berlangganan internet Speedy gratis 2 bulan lho. Oh iya ada lagi yang tak kalah keren, Bamboomedia.  Yang belum tau bisa juga lihat demonya disini, dijamin murid-murid pada semangat belajar dech. Satu lagi sobat, komplit, dari SD, SMP sampai SMA baik IPA maupun IPS ada semua.
5.    Membuat blog/ website khusus untuk Sekolah Dasar N 6 Jimbung, agar SD N 6 Jimbung dapat lebih dikenal oleh publik melalui internet.
6.    Jika semua berjalan sesuai rencana dan mendapatkan respon yang positif bukan tidak mungkin tahun ajaran baru akan menggunakan Sistem Informasi AplikasiPendidikan atau lebih dikenal dengan SIAP-Online. Layanan SIAP-online memberikan kemudahan bagi sekolah dan stakeholder pendidikan seperti siswa, guru, orang tua, dan Dinas Pendidikan. Hal yang dimaksud adalah mulai dari proses penerimaan siswa baru (PSB), proses belajar-mengajar, absensi siswa dan guru, pembayaran biaya sekolah, monitoring nilai siswa oleh orang tua melalui SMS dan web, dan kenaikan kelas sampai dengan kelulusan siswa semua dapat di pantau melalui internet secara real time.
       Ok sobat, itulah tadi resolusi juaraku tahun 2012 bersama Telkom Speedy untuk mewujudkan sebuah SD Cyber. Semoga tidak sampai akhir tahun yah. Untuk sobat guru semua, mari kita Majukan Bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan internet dan teknologi Informasi yang  tepat guna pada dunia pendidikan Indonesia.



Silahkan tinggalkan komentar anda sobat, sebuah komentar anda akan sangat berarti.., ;)

31 December 2011

no image

14 Cara Mempengaruhi/ Menarik Simpati Dosen

Bagaimana Sobat berkomunikasi dengan dosen atau guru Anda.? Pada umumnya, profesor-profesor sangat suka dan terkesan dengan mahasiswa yang menunjukkan perhatian sungguh-sungguh terhadap materi kuliah dan mengajukan pertanyaan yang baik. Cara terbaik memperoleh sisi baik dari profesor Anda, adalah menjadi mahasiswa yang tertarik terhadap sesuatu.
Berikut ini beberapa strategi yang mendemonstrasikan ketertarikan dan keingintahuan Anda.
  • Jangan mengkritik, menyalahkan, atau mengeluh terhadap pengajar tentang penampilannya (laki-laki/wanita):
    lebih baik: memusatkan perhatian, dan mendiskusikan materi dan pemahaman Anda tentang hal itu.
  • Biarkan pengajar mengetahui apa yang Anda pahami tentang kuliah.
  • Tersenyum
  • Mengetahui dan menggunakan nama pengajar
  • Dengarkan apa yang pengajar katakan tentang dirinya (laki-laki/wanita)
  • Bicarakan di dalam terminologi, apa yang menarik untuk pengajar.
  • Biarkan pengajar mengetahui Anda memikirkan bahwa dia penting.
  • Hindarkan perdebatan
  • Kalau Anda bersalah, mengakui itu secepatnya dan dengan sungguh-sungguh (tegas).
  • Ajukan pertanyaan daripada memberikan perintah.
  • Cobalah jujur melihat sudut pandang pengajar.
  • Biarkan pengajar mengetahui bahwa Anda sungguh-sungguh ingin melakukan yang terbaik di dalam kuliah.
  • Selalu mempunyai buku teks di tangan kapan saja Anda bertemu dengan instruktur.
  • Tangani semua tugas tepat pada waktunya selama semester.


Dialihkam dari: Bagaimana Memikat Teman-teman dan Mempengaruhi Orang ( How to Win Friends and Influence People), oleh Dale Carnegie, New York:
Simon and Schuster Inc., 1936.
 
 
Semoga bermanfaat.!

23 December 2011

no image

KONSEP DASAR TEORI BELAJAR VAN HIELE


Van Hiele adalah seorang pengajar matematika di Belanda, dia telah mengadakan penelitian di lapangan melalui observasi dan tanya jawab.Penelitian Van Hiele ditulis dalam disertasinya pada tahun 1954 yang melahirkan beberapa kesimpulan mengenai tahap-tahap perkembangan kognitif anak dalam memahami geometri.
A. Lima Tahap Pemahaman Geometri menurut Van Hiele
1. Tahap Pengenalan
Pada tahap ini siswa baru mengenal bangun-bangun geometri seperti bola,kubus,segitiga,persegi dan bangun geometri lainnya.Pada tahap pengenalan anak belum dapat menyebutkan sifat-sifat dari bangun geometri yang dikenalnya.Sehingga jika kita bertanya “Apakah sisi-sisi yang berhadapan pada bangun jajar genjang itu sama ?”,maka anak tidak aklan bisa menjawabnya.Untuk itu guru harus memahami betul karakter anak pada masa pengenalan,sehingga anak tidak akan menerima konsep hanya dengan hafalan saja tetapi dengan pengertian.
2. Tahap Analisis
Pada tahap ini anak sudah dapat memahami sifat-sifat dari bangun-bangun geometri.Misalnya,pada sebuah balok banyak sisinya ada 6 sedangkan banyak rusuknya ada 12.Dan ketika kita tanya,“ Apakah balok itu kubus?”,maka anak tidak dapat menjawab.Karena pada tahap ini anak belum mampu mengetahui hubungan keterkaitan antar bangun.
3. Tahap Pengurutan
Pada tahap ini siswa sudah mampu mengetahui hubungan keterkaitan antar bangun geometri.Misalnya, siswa sudah mengetahui kubus itu balok,belah ketupat itu laying-layang,dan sebagainya.Pada tahap ini anak sudah dapat menarik kesimpulan secara deduktif.Tetapi belum mampu memberi alasan secara rinci.
4. Tahap Deduksi
Pada tahap ini anak sudah dapat memahami deduksi,yaitu mengambil kesimpulan secara deduktif.Pengambilan kesimpulan secara deduktif yaitu penarikan kesimpulan dari hal-hal yang bersifat khusus ke umum.Misalnya, Matematika karena pengambilan kesimpulan,pembuktian teorema,dan lain-lain dilakukan secara deduktif.
Pada tahap ini anak telah mengerti pentingnya peranan unsur-unsur yang tidak didefinisikan,disamping unsur-unsur yang didefinisikan, aksioma atau problem, dan teorema.Anak pada tahap ini belum mengetahui kegunaan sistem deduktif.Sehingga Belum mampu menjawab pertannyaan “ Mengapa sesuatu disajikan teorema ? “.
5. Tahap Keakuratan
Merupakan tahap akhir perkembangan kognitif anak dalam memahami geometri.Dalam tahap ini anak sudah dapat memahami pentingnya ketepatan dari prinsip-prinsip dasar yang melandasi suatu penelitian.Tahap keakuratan merupakan tahap tertinggi dalam memahami geometri.
Selain memgemukakan tahap-tahap perkembangan kognitif dalam memahami geometri, Van Hiele juga mengemukakan beberapa teori yang berkaitan dengan pembelajaran geometri,antara lain :
Tiga unsur utama pembelajaran geometri yaitu waktu, materi pembelajaran, dan metode penyusun yang apabila dikelola secara terpadu dapat mengakibatkan meningkatnya kemampuan berfikir anak kepada tahap yang lebih tinggi dari tahap sebelumnya.
Bila dua orang mempunyai tahap berfikir berlainan satu sama lain,kemudian saling bertukar pikiran maka kedua orang tersebut tidak akan mengerti.Menurut Van Hiele seorang anak yang berada di tingkat yang lebih rendah tidak mungkin dapat mengerti atau memahami materi yang berada pada tingkat yang lebih tinggi dari anak tersebut.Kalaupun dipaksakan anak itu baru bisa memahami melalui hafalan saja bukan melalui pengertian.
Agar anak memahami geometri dengan pengertian, kegiatan belajar anak harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak atau taraf berfikirnya.Sehingga dapat digunakan sebagai persiapan untuk meningkatkan tahap berfikir anak kepada tahap yang lebih tinggi dari tahap sebelumnya.

Source: Nyimas Aisyah, dkk. 2007. Pengembangan Pembelajaran Matematika SD. Jakarta: Dirjen Dikti Depdiknas

15 July 2011

no image

RPP Tematik

RENCANA PELAKSANAN PEMBELAJARAN


Mata Pelajaran : Seni Budaya dan Keterampilan (Sentral), Matematika,
Bahasa Indonesia, PPkn, IPS
Satuan Pendidikan : SD Labschool (cita-cita) PGSD FKIP Kampus VI
Kebumen
Tema : Mengannyam
Kelas / Semester II/I
Pertemuan ke- : 1
Alokasi Waktu : 1 Minggu (5×6x35 menit)

Tujuan Pembelajaran : Melalui penjelasan guru, contoh, demonstrasi, praktek tentang membuat anyaman dari kertas, siswa dapat mengembangkan ekspresinya melalui menganyam dari kertas dengan memperhitungkan berbagai aspek kesukaannya

Materi Pokok :
1. Anyaman dari kertas, bernyanyi ekspresif , mewarnai
2. Memanfaatkan kertas bekas
3. Hidup hemat dan sederhana
4. Menulis karangan bertema Keindahan

Metode Pembelajaran
(Tuliskan cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan pembelajaran, mis. jigsaw, diskusi dsb.)
Pembelajaran dilakukan melalui transaksi, curah pendapat, melihat video, mengamati gambar proses mengannyam,. Mengamati contoh anyaman persiapan, awal, setengah jadi, selesai, dan finishing
Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran Awal
(Kegiatan apa saja yang dilakukan sebagai awal dari kegiatan, yang menghubungkan apa yang sudah diketahui siswa dengan apa yang akan dipelajari, apa yang memberi motiviasi siswa).
a. Menyiapkan kesiapan mental dan fisik anak untuk mengerjakan proyek membuat anyaman, hal ini dilakukan dengan munjukkan manfaat praktis yang diperoleh anak bila nanti bisa membuat hiasan anyaman, baik bagi diri sendiri maupun untuk keluarga
b. Mengajukan pertanyaan terkait yang membangkitkan pengalaman, pengetahuan, keterampilannya. Pertanyaan antara lain: pernahkah melihat kipas, tikar, kupat dari plastic, kupat dari janur, dan sebagainya.
c. Membahasa manfaat berlatih dan apa yang ingin dicapai dalam mengannyam. Menunjukkan latihan menganyam membuat siswa memiliki keterampilan yang dapat diterapkan tidak hanya mengannyam untuk kipas, tetapi dapat untuk membuat hiasan-hiasan rumah.
d. Menyampaikan berbagai konsep terkait (mata pelajaran lain) yang diperlukan dalam menganyam yang baik. Mengannyam dapat dilakukan dengan menggunaka kertas bekas, kertas-kertas yang tidak terpakai, terbiasa hidup sederhana, tidak hidup boros (hemat), menceriterakan proses mengannyam, dan sebagainya.
Kegiatan Inti
(Kegiatan siswa apa yang menjadi rangkaian kegiatan utama untuk menguasai materi pokok pembelajaran).
a. Eksplorasi
1) Bersama siswa mencari dan membicarakan berbagai hal terkait dengan anyaman: sebagai keterampilan membuat hiasan, memanfaatkan barang bekas, memanfaatkan barang tidak terpakai, sehingga barang-barang dapat dimanfaatkan secara maksimal, sehingga menghemat.
2) Menggunakan berbagai pendekatan pembelajaran, media, dan sumber belajar: bagaimana untuk dapat mengannyam, siswa dapat mengamati hasil anyaman yang sudah jadi, setengah jadi, dan proses penyiapan mengannyam.
3) Memfasilitasi interaksi anak dengan anak, anak dengan materi, orang dewasa (tetangga), lingkungan, dan sumber belakar lainnya. Guru dapat membuat kelompok sesuai pilihan apa yang akan dianyam, kelompok pengamatan berdasar objek yang diamati, menceriterakan secara singkat persiapan mengannyam, ketertarikan kepada kegiatan mengannyam, dan sebagainya.
4) Melibatkan siswa tanpa kecuali dalam pembelajaran: guru bersama siswa menyiapkan berbagai alat dan bahan untuk menganyam (dapat disiapkan di rumah sebagai pekerjaan rumah), menyepakati apa yang dapat dibawa siswa sebagai contoh, apa yang diinginkan anak disiapkan oleh guru (diarahkan proses mengannyam dari awal sampai selesai dalam bentuk sampel kerja).
5) Mendorong siswa berlatih mempraktekkan kerja secara joyful: siswa menganyam sesuai benda yang diidentifikasi atau sesuai keinginan siswa.
b. Elaborasi
1) Membiasakan siswa membaca, menulis untuk mendukung dan mengembangkan kualitas tugas. Guru bersama-sama siswa menyepakati untuk mencari sumber bacaan, gambar-gambar, barang-barang yang terkait dengan mengannyam.
2) Memfasilitasi siswa melalui tugas, diskusi, mendorong munculnya gagasan-gagasan baru. Berdasar persiapan bacaan, gambar dan contoh, guru dan siswa menyepakai barang apa yang akan dianyam oleh siswa sesuai keinginan siswa, bisa meniru barang atau siswa menciptakan gagasannya sendiri.
3) Membgeri kesempatan berpikir menentukan proyek mengannyamnya (memilih bentuk dan alat, mendesain/memilih bentuk, menyelesaikan masalah bila menemuinya.
4) Memfasilitasi siswa belajar secaa bermakna, bekerja, terlibat
5) Mendorong siswa berkompetisi secara sehat untuk memperoleh hasil anyaman yang baik dengan bekerja tekun, cermat, hati-hati.
6) Membimbing siswa menyusun laporan kerja tentang langkah dan tahap pengerjaan proyeknya. Siswa menceriterakan secara lisan dan tertulis.
7) Mendorong siswa berani menyajikan hasil kerjanya dalam pameran kelas
8) Mendorong siswa memperoleh rasa sukses, bangga terhadap kinerjanya, tumbuh semangat bila bekerja lagi
c. Konfirmasi
1) Memberikan umpan balik, reward, reinforcement. Guru meminta teman memilih manakah karya terbaik dan teman-teman berepuk tangan, karya paling indah, paling kuat, paling cepat, paling rapi, Berbagai kategori untuk memberikan rasa sukses kepada banyak siswa.
2) Memberikan konfirmasi hasil eksplorasi siswa dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber.Guru menyetujui pilihan siswa atau mengusulkan bila kurang tepat pilihan siswa, atau memberikan alternative, sehingga keputusan diterima semua pihak. Bahkan bila perlu memberikan alasan mengapa ini terbaik, ini terindah, terapi, dsb.
3) Mendorong siswa berefleksi atas pekerjaannya (kekurangan, kelebihan). Siswa yang belum berhasildikoreksi kekurangannya melalui pengakuannya siswa, tetapi tetap diberi dorongan untuk tetap memperbaiki diri.
4) Mendorong siswa memperoleh pengalaman bermakna dalam kompetensi: Siswa yang tercepat menceriterakan caranya bekerja cepat, terapi menceriterakan bagaimana ia bisa membuat secara rapi. Sebaliknya bagi anak yang belum mampu menganyam dibantu oleh teman atau guru, memberi contoh cara bekerja yang benar, mendorong siswa pasti bisa melakukan.
Kegiatan Akhir
(Kegiatan apa saja yang menjadi akhir dari rangkaian kegiatan untuk pembelajaran pada pelajaran ini.)
a. Bersama-sama teman dan guru membuat rangkuman langkah-langkah kerja dan berbagai keterampilan yang diperlukan
b.Berani menilai pekerjaannya sambil menganalisis kekurangan-kekurangtan dan kelebihannya
c. Memberikan umpan balik
d.Merencakanb kegiatan tindak lanjut
e. Merencanakan pembelajaran berikutnya
f.
Sumber dan Media
(Tuliskan sumber dan media belajar yang digunakan)
  1. Buku Sumber
TIM, Kerajinan Tangan dan Kesenian. JakartaYudantaka, 2010
TIM SD Labschool, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Kebumen, 2010.
TIM SD Lab School, Buku Pedoman Siswa. Kebumen, 2010.
Berbagai suku sumber yang diperoleh siswa
  1. Media
  1. Gambar seri menganyam
  2. Tata cara bercerita secara tertulis
  3. Vidio contoh mengannyam
  4. Berbagai media dari siswa
Penilaian (jenis dan prosedur)
(Tuliskan penilaian apa yang akan dilakukan untuk mengukur tercapai tidaknya tujuan pembelajaran dan kompetensi dasar, dan pilihlah jenis penilaian yang paling tepat).
  1. Jenis Evaluasi : Performan
  2. Prosedur : Evaluasi Proses dan hasil
a. Proses : rubric
b. Hasil : analisis laporan siswa
                                                                                                                                       Guru
Dr. Y. Padmono, M.Pd

03 July 2011

Uji Kejantanan Pasangan

Uji Kejantanan Pasangan

     Ada beberapa kriteria tertentu yang harus dipenuhi untuk dapat mengatakan bahwa seorang laki-laki dapat dikatakan jantan atau istilah kekerennya Macho gitu lah. Ada yang menilai dari segi fisik, sikapnya, dan tentunya adalah perpaduan dai kedua unsur tersebut. Jadi sulit memang seseorang dapat dikatakan jantan atau gentle. Karena memang hal ini agak bersifat relative.
      Nah untuk sedikit memudahkan kita menyamakan persepsi ada salah satu cara unik untuk menguji apakah pasangan kita memang benar-benar cowok yang macho. Atau jangan-jangan malah Gay. Waah serem kan…, Hal ini sangat mudah untuk anda lakukan, langsung ajah ke TeKaPe. Caranya adalah dengan membandingkan panjang antara jari manis dan jari telunjuknya. Untuk lebih jelasnnya lihat gambar dibawah ini.

 
Bagaimana mudah bukan.???
Are you believe it.?? Up to you, akhirnya kembali lagi ke pribadinya masing-masing tentunya.

01 July 2011

no image

ASEAN (Multimedia Interaktif)

 Tahukah kamu tentang ASEAN atau PERBARA.?
              Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (PERBARA) atau lebih populer dengan sebutan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) merupakan sebuah organisasi geo-politik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan di Bangkok, 8 Agustus 1967 melalui Deklarasi Bangkok oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, serta memajukan perdamaian di tingkat regionalnya. Negara-negara anggota ASEAN mengadakan rapat umum pada setiap bulan November.
         Nah agar lebih menyenangkan dalam belajarnya silahkan gunakan animasi berikut..,
Monggo..,




Apabila ada yang belum jelas dapat ditanyakan pada kolom komentar dibawah ini.
Pengertian dan Karakteristik Pembelajaran Jigsaw

Pengertian dan Karakteristik Pembelajaran Jigsaw

A.  Pengertian Model Pembelajaran Jigsaw

Jigsaw pertama kali dikembangkan dan diujicobakan oleh Elliot Aronson dan teman-teman di Universitas Texas, dan kemudian diadaptasi oleh Slavin dan teman-teman di Universitas John Hopkins (Arends, 2001).
Teknik mengajar Jigsaw dikembangkan oleh Aronson et. al. sebagai metode Cooperative Learning. Teknik ini dapat digunakan dalam pengajaran membaca, menulis, mendengarkan, ataupun berbicara.Dalam teknik ini, guru memperhatikan skemata atau latar belakang pengalaman siswa dan membantu siswa mengaktifkan skemata ini agar bahan pelajaran menjadi lebih bermakna. Selain itu, siswa bekerja sama dengan sesama siswa dalam suasana gotong royong dan mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi.
Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw adalah suatu tipe pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan materi tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya (Arends, 1997).
Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif dimana siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4 – 6 orang secara heterogen dan bekerja sama saling ketergantungan yang positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang harus dipelajari dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain (Arends, 1997).
Jigsaw didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompoknya yang lain. Dengan demikian, “siswa saling tergantung satu dengan yang lain dan harus bekerja sama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan” (Lie, A., 1994).
Para anggota dari tim-tim yang berbeda dengan topik yang sama bertemu untuk diskusi (tim ahli) saling membantu satu sama lain tentang topic. Pembelajaran yang ditugaskan kepada mereka. Kemudian siswa-siswa itu kembali pada tim / kelompok asal untuk menjelaskan kepada anggota kelompok yang lain tentang apa yang telah mereka pelajari sebelumnya pada pertemuan tim ahli.
Pada model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, terdapat kelompok asal dan kelompok ahli. Kelompok asal yaitu kelompok induk siswa yang beranggotakan siswa dengan kemampuan, asal, dan latar belakang keluarga yang beragam. Kelompok asal merupakan gabungan dari beberapa ahli. Kelompok ahli yaitu kelompok siswa yang terdiri dari anggota kelompok asal yang berbeda yang ditugaskan untuk mempelajari dan mendalami topik tertentu dan menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan topiknya untuk kemudian dijelaskan kepada anggota kelompok asal.
Hubungan antara kelompok asal dan kelompok ahli digambarkan sebagai berikut (Arends, 1997) :
Kelompok Asal


Kelompok Ahli
Gambar. Ilustrasi Kelompok Jigsaw

Ada 3 model pembelajaran Jigsaw ( Doolittle, 2002 ), antara lain :
  1. Whithin Group Jigsaw
Masing-masing anggota kelompok bertanggung jawab untuk mempelajari satu bagian persoalan yang harus dipecahkan kelompoknya, selanjutnya masing-masing harus mengajarkan kepada anggota lain dalam satu kelompok.
  1. Expert Group Jigsaw
Anggota kelompok dari semua kelompok yang mendapat bagian persoalan yang sama berkumpul menjadi “ kelompok ahli “ untuk bersama-sama mempelajari dan memecahkan persoalan tersebut. Kemudian masing-masing kembali ke kelompok asalnya dan mengajarkan apa yang telah mereka pelajari pada “ kelompok ahli “ tadi.
  1. Whole Group Jigsaw
Pada model ini kelompok yang terbentuk pertama kali sudah langsung menjadi “ kelompok ahli “ yang masing-masing mempelajari persoalan yang berbeda dengan kelompok lain. Setelah itu masing-masing kelompok mengajarkan bagian persoalannya kepada kelompok lain melalui diskusi atau presentasi.
B. KARAKTERISTIK
Pembelajaran kooperatif dengan model Jigsaw mempunyai karakteristik atau ciri sebagai berikut :
  1. Siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang dengan memperhatikan keheterogenan.
  2. Bekerjasama positif dan setiap anggota bertanggung jawab untuk mempelajari masalah tertentu dari materi yang diberikan dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain.
  3. Terdapat kelompok asal dan kelompok hasil yang saling bekerjasama.