Learning to Know, to do, to be & to live together| ©Sudarsono

Jumat, 22 Juni 2012

Prinsip Pembelajaran Kooperatif Group Investigation (GI)


Dalam pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe GI terdapat lima prinsip yang dianut, yaitu:

1.      Belajar Siswa Aktif (student active learning)
Proses  pembelajarn dengan menggunnakan model pembelajaran kooperatif berpusat pada siswa, aktivitas belajar lebih dominan dilakukan siswa, pengetahuan yang dibangun dan ditemukan adalah dengan belajar bersama-sama dengan anggota kelompok sampai masing-masing siswa memahami materi pembelajaran dan mengakhiri dengan embuat laporan kelompok.
Dalam kegiatan kelompok, sangat jelas aktivitas siswa dengan bekerja sama, melakukan diskusi, mengemukakan ide masing-masing anggota dan megujinya secara bersama-sama, siswa menggali seluruh informasi yang berkaitan dengan toik yang menjadi bahan kajian kelompok dan mendiskusikan pua dengan kelompok lainnya.

2.      Belajar Kerjasama
Proses bekerjasama dalam kelompok untuk membangaun pengetahuan yang tengah dipelajari. Prinsip pembelajaran inilah yang melandasi keberhasilan penerapan model pembelajaran kooperatif. Seluruh siswa terlibat secara aktif dalam kelompok untuk melakukan diskusi, memecahkan masalah dan mengujinya secara bersama-sama, sehingga terbentuk pengetahuan baru dari hasil kerjasama mereka. Diyakini pengetahuan yang diperoleh melalui penemuan-penemuan dari hasil kerjasama ini akan lebih bernilai permanen dalam pemahaman masing-masing siswa.

3.      Pembelajaran Partisipatorik
Pembelajaran kooperatif juga menganut prinsip dalam pembelajarna partisipatorik, sebab melalui model pembelajarna ini siswa belajar dengan melakukan sesuatu (learning by doing) secara bersama-sama untuk ,eme,ukan dan membangun pengetahuan yang menjadi tujuan pembelajaran.
Sebagai contoh pada saat kelompok memecahkan masalah dalam kelompok belajar, mereka melakukan pengujian-pengujian, mencobakan untuk pembuktian dari teori-teori yang sedang dibahas secara bersama-sama, kemudian mendiskusikan dengan kelompok belajr lainnya. Pada saat diskusi, masing-masing kelompok mengemukakan hasil dari kerja kelompok. Setiap kelompok juga diberi kesemapatan untuk mengemukakan pendapatnya dan mengkritik pendapat kelompok lainnya.

4.      Reactive Teaching
Untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif ini, guru perlu menciptakan strategi yang tepat agar seluruh siswa mempunyai motivasi belajar yang tinggi. Motivasi siwa dapat dibangkitkan jika guru mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menarik serta dapat meyakinkan siswanya akan manfaat pelajaran ini untuk masa depan mereka. Jika guru mengetahui bahwa siswanya merasa bosan, maka guru guru harus segera mencari cara untuk mengantisispasinya. Berikut ini adalah ciri-ciri guru reaktif :
a.       Menjadika siswa sebagai pusat kegiatan belajar
b.      Pembelajaran dari guru dimulai dari hal-hal yang diketahui dan dipahami siswa
c.       Swlalu menciptakan suasana belajar yang menarik bagi siswa-siswanya
d.      Mengetahui hal-hal ynag membuat siswa menjadi bosan den segera menanggulanginya.

5.      Pembelajaran yang menyenangkan
Pembelajaran kooperatif ini menganut prinsip pembelajaran yang menyengkan, dalam arti pembelajaran harus berjalan dalam suassana menyenangkan, tidak ada lagi suasana yang menakutkan bagi siswa atau suasana belajar tertekan.
Suasana belajar yang menyenagkan harus dimulai dari sikap dan perilaku guru di luar maupun di dalam kelas. Guru harus memiliki sikap yang ramah dengan tutur bahasa yang menyayangi siswa-siswanya. Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tidak akan berjalan efektif jika susasana belajar yang adda tidak menyenangkan.

Comments
1 Comments

1 komentar:

  1. saya suka blok anda, saya berharap untuk melihat lebih banyak dari anda. apakah anda menjalankan situs lain????

    BalasHapus