Kamis, 21 Juni 2012

Pengertian Pembelajaran Kooperatif tipe Group Investigation (GI)

                        Cohen mendefinisikan pembelajaran kooperatif sebagai berikut :
Cooperative learning will be defined as student working together in a group small enough that everyone participate on a collective task that has been clearly assingn. Moreover, students are expected to carry out their task without direct and immediate supervision of the teacher
Definisi tersebut memiliki pengertian luas, yang meliputi belajar kooperatif (cooperative learning), dan kerja kelompok (group work), juga menunjukkan ciri sosiologis yaitu penekanannya pada aspek tugas-tugas kolektif yag harus  dikerjakan berdama dalam kelompok dan pendelegasian wewenang dari guru kepada siswa. Guru berperan sebagai fasilitator dalam membimbing siswa menyelesaikan materi atau tugas
Menurut Slavin (1995:5) “dalam pembelajaran kooperatif siswa belajar bersama,  saling menyumbang pemikiran dan bertanggung jawab terhadap pencapaian hasil belajar secara individu maupun kelompok
Sementara itu menurut Artz dan Newman (1990:448), belajar kooperatif adalah suatu pendekatan yang mencakup kelompok dari siswa yang bekerja sama sebagai suatu tim untuk memecahkan masalah, menyelesaikan suatu tugas, atau menyelesaikan suatu tujuan bersama
Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat dikatakan bahwa belajar kooperatif mendasarkan pada suatu ide bahwa siswa bekerja sama dalam belajar kelompok dan sekaligus masing-masing bertanggung jawab pada aktivitas belajar anggota kelompok-kelompoknya, sehingga seluruh anggota kelompok dapat menguasai materi pelajaran dengan baik.
Model pembelajaran Group Investigation (Penyelidikan Kelompok) ini berasal dari tulisan-tulisan filsafat, etika, dan psikologi sejak tahun-tahun pertama abad ini. Orang pertama yang merintis menggunakan metode ini adalah John Dewey. Dewey memandang bahwa kerjasama dalam kelas sebagai prasyarat untuk mengatasi berbagai persoalan kehidupan yang kompleks dalam demokrasi. Kelas merupakan bentuk kerjasama dimana guru dan murid membangun proses pembelajaran dengan perencanaan yang baik. Pembelajar adalah partisipan aktif dalam segala aspek kehidupan sekolah, dengan membuat keputusan-keputusan yang menentukan tujuan kemana mereka belajar. Perencanaan kelompok merupakan salah satu modal untuk menjamin keterlibatan siswa secara maksimal.
Model investigasi kelompok berasal dari premis bahwa dalam bidang social maupun intelektual, proses pembelajaran disekolah menggabungkan nilai-nilai yang didapatnya. Interaksi kooperatif dan komunikasi diantara teman-teman kelas dapat dicapai paling efektif dalam kelompok kecil, dimana pergaulan antara teman-teman sebaya dapat dipertahankan.
Keberhasilan pelaksanaan investigasi kelompok sangat tergantung dengan latihan-latihan berkomunikasi dan berbagai keterampilan social lain yang dilakukan sebelumnya. Tahap ini merupakan peletakan dasar (laying the groundwork) bagi pembentukan kelompok (team building). Guru dan siswa melakukan berbagai macam kegiatan yang bersifat akademik dan non akademik yang menunjang terbentuknya norma-norma perilaku kooperatif yang sesuai dan dapat dibawa ke dalam kelas.
Investigasi kelompok ini sangat cocok untuk kajian-kajian yang bersifat terpadu yang berkaitan dengan pemerolehan, analisis, dan sintesis informasi untuk menyelesaikan masalah-masalah multidimensi. Sebagai bagian dari investigasi, para siswa mencari dan menemukan informasi dari berbagai macam sumber di dalam maupun di luar kelas. Kemudian para siswa mengevaluasi dan mensintesiskan semua informasi yang disampaikan oleh masing-masing anggota kelompok dan akhirnya dapat menghasilkan produk berupa laporan kelompok.
Siswa perlu membuat perencanaan kooparatif terhadap bahasan yang akan mereka lakukan. Para anggota kelompok berpartisipasi dalam merencanakan berbagai macam dimensi dan persyaratan yang menjadi bahasan mereka. Biasanya ada pembagian kerja dalam kelompok yang dapat meningkatkan saling ketergantungan positif di antara para anggota. Dalam melaksanakan model Investigasi Kelompok, guru berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator. Guru berkeliling diantara kelompok-kelompok, untuk melihat apakah kelompok-kelompok itu sedang melakukan pekerjaan mereka, dan membantu mencarikan jalan keluar dari masalah-masalah yang mereka hadapi dalam interaksi kelompok dan pelaksanaan tugas-tugas khusus yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran. Yang terpenting dalam pembelajaran yang menggunakan model Investigasi Kelompok ini, guru harus memberikan contoh (memodelkan) berbagai keterampilan social dan komunikasi yang diharapkan dari siswa.

1 komentar:

Obat Jerawat mengatakan...

postingan ini sangat menarik serta enak dibaca.... saya berharap bisa berkunjung lagi

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India