Learning to Know, to do, to be & to live together| ©Sudarsono

Selasa, 14 Januari 2014

Teknik Merumuskan Masalah Penelitian (1)

A. Permasalahan dalam Karya Ilmiah atau Penelitian




               Kegiatan penelitian diperoleh dengan adanya masala dan diakhiri dengan adanya masalah baru. Dengan demikian penelitian diawali dengan masalah dan diakhiri dengan masalah pula. Oleh karena itu, tidak salah seorang promotor bertanya kepada promovendusnya dengan pertanyaan :
“Apakah masalah penelitian anda?” dan para penguji bertanya kepada mahasiswa yang diuji dengan pertanyaan : “Apa masalah penelitian anda?”.
            Kinayati (2004:33) menyebutkan bahwa karya penelitian dilakukan karena ada masalahnya. Suatu masalah tidak dapat dijadikan masalah karya penelitian kalau masalah tersebut dapat dijawab dengan “ya” atau “tidak”.
            Para peneliti sering beranggapan bahwa penelitian kegiatan mengumpulkan data atau fakta. Tidak sedikit peneliti (pemula) yang bersemangat mengumpulkan data tanpa mengetahui permasalahan yang sesungguhnya yang hendak dipecahkan, ditemukan, atau diverifikasi setelah data terkumpul, ia tidak tau apa yang dilakukan, bahkan setelah hasil penelitiannya dilaporkan, tetap saja tidak mengerti apa yang sesunguhnya ia tulis. Dalam hal ini, Poncare (1952:143) mengemukakan, tanpa gagasan yang tersusun terlebih dahulu, sebuah penelitian akan sia-sia belaka.
            Kerlinger (2000:26) mengemukakan, seorang peneliti tidak selalu dapat merumuskan masalah secara sederhana, jelas, dan lengkap. Mungkin peneliti hanya memiliki gagasan yang agak umum, belum bulat, bahkan membingungkan tentang masalah itu. Seorang peneliti perlu melakukan penjelajahan atau eksplorasi pemikiran dan peneliti yang sungguh belum dapat menyatakan dengan jelas permasalahan yang diangkat dan merumuskan dengan baik pernyataan yang memadai tentang masalah penelitian adalah satu diantara bagian terpenting. Memang tidak ada kesepakatan mengenai kapan seseorang peneliti dapat mengemukakan masalah yang lengkap. 
            Kesulitan dalam menemukan masalah yang baik bukan disebabkan ketiadaan masalah itu sendiri, sebab masalah dalam penelitian bersifat tak terbatas, peneliti yang sedang mencari masalah dapat ibaratkan seorang yang sedang berbelanja dipasar besar atau super market; bukan barangnya yang tidak ada, sulit dicari atau tidak ada barang yang menarik, melainkan memilih barang yang dapat menjawab persoalan kebutuhan yang paling mendasar (primer) berdasarkan kemampuan, keuntungan, pengetahuan terhadap barang itu sendiri, keterbatasan waktu dan sebagainya.
            Kapabilitas dan kreadibilitas seorang peneliti bukan hanya ditentukan oleh jam terbang atau frekuansi melakukan penelitian, melainkan juga oleh kemampuan memilih masalah penelitian yang layak diteliti.menurut Lincoln Guba (1985), yang disebut masalah penelitian adalah suatu keadaan yang bersumber dari hubungan antar dua factor atau lebih yang menghasilkan situasi yang membingungkan.
            Masalah penelitian tidak pernah berdiri sendiri melainkan selalu terkait, dan terdapat konstelasi dengan factor-faktor lain. Misalnya, latar belakang politik, historis, social dan budaya. Hal-hal inilah yang menjadi latar belakang penelitian. Secara operasional, suatu gejala baru dapat dikategorikan sebagai masalah bila gejala tersebut berada dalam situasi tertentu. Seorang pejalan kaki di atas trotoar dijalan yang ramai bukan merupakan masalah, tetapi akan menjadi masalah bila pejalan kaki ini berjalan di tengah jalan yang ramai atau di tengah jalan raya.
            Faktor-faktor dalam konstelasi yang bersifat situasional inilah maka kita dapat mengidentifikasi obyek yang menjadi masalah. Identifikasi masalah adalah tahap awal dari penguasaan masalah di mana suatu obyek dalam suatu jalinan situasi tertentu dapat kita kenali sebagai suatu masalah, seperti contoh di atas, seorang pejalan kaki di tengah jalan raya dan menimbulkan kemacetan lalu lintas dengan cepat dapat kita kenali sebagai suatu masalah.  
            

Adapun cara mengemukakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan peneliti dalam menemukan masalah, yaitu sebagai berikut :

1.      Membaca sebanyak-banyaknya literature yang berhubungan dengan bidang kita.
2.      Menghadiri kuliah atau ceramah professional
3.      Mengadakan pengamatan dari dekat situasi atau kejadian-kejadian disekitar kita.
4.      Memikirkan kemungkinan penelitian dengan topic-topik atau pelajaran yang didapati waktu kuliah.
5.      Menghadiri seminar hasil penelitian
6.      Mengadakan penelitian-penelitian kecil dan catat hasil-hasil penemuan yang diperoleh.
7.      Menyusun penelitian dengan penekanan pada isi dan metodologinya.
8.      Mengunjungi berbagai perpustakaan untuk memperoleh topic yang dapat diteliti.
9.      Berlangganan jurnal atau majalah yang berhubungan dengan kita.
10.  Mengumpulkan bahan yang berhubungan dengan bidang kita.

0 komentar:

Posting Komentar