Rabu, 29 Juni 2011

Model Pembelajaran Kuantum/ Quantum Teaching Learning


Teknologi baru terutama multimedia mempunyai peranan semakin penting dalam pembelajaran multimedia akan dapat membawa kita kepada situasi belajar learning with effort, digantikan dengan learning with fun. Jadi proses pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, tidak membosankan menjadi pilihan para guru/ fasilitator.
A.    Latar Belakang Pembelajaran Kuantum
Bobbi Deporter adalah perintis, pencetus, & pengembang utama pembelajaran kuantum. Semenjak tahun 1982 Deporter mematangkan dan mengembangkan gagasan pembelajaran kuantum di Super Camp. Sebuah perusahaan yang memusatkan perhatian pada hal-ihwal pembelajaran guan pengembangan potensi diri manusia. Pada tahap awal perkembangannya, Pembelajaran Kuantum terutama dimaksudkan untuk membantu meningkatkan keberhasilan hidup dan karier para remaja di rumah, tidak dimaksudkan sebagai metode & strategi pembelajaran untuk mencapai keberhasilan lebih tinggi di sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya pembelajaran kuantum merupakan falsafah & metodologi pembelajaran yang bersifat umum, tidak secara khusus diperuntukkan bagi pengajaran di sekolah.
B.     Dasar Teori Pembelajaran Kuantum
Konsep dan keyakinan merupakan analogi rumus teori Relativitas Einstein. Rumus yang terkenal dalam fisika kuantum adalah massa kali kecepatan cahaya kuadrat sama dengan energi (E=mc2). Tubuh kita secara fisik adalah materi. Akar landasan pembelajaran kuantum bukan fisika kuantum. Konsep-konsep kunci dari berbagai teori dan srategi belajar yanf lain, seperti :
1)      Teori otak kanan/kiri
2)      Teori otak triune
3)      Pilihan modalitas (visual, auditorial dan kinestetik)
4)      Teori kecerdasan ganda
5)      Pendidikan holistik (menyeluruh)
6)      Belajar berdasarkan pengalaman
7)      Belajar dengan simbol
8)      Simulasi/permainan
C.    Karakteristik Umum
Beberapa karakteristik umum yang tampak membentuk sosok pembelajaran kuantum, sebagai berikut :
1)      Pembelajaran kuantum berpangkal pada psikologi kognitif
2)      Pembelajaran kuantum lebih bersifat humanistik
3)      Pembelajaran kuantum lebih bersifat konskruktivis (tis)
4)      Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna
5) Pembelajaran kuantum sangat menekankan pada pemercepatan pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi
6)      Pembelajaran kuantum sangat menekankan kealamiahan dan kewajaran proses pembelajaran
7)      Pembelajaran kuantum sangat menekankan kebermaknaan dan kebermutuan proses pembelajaran
8)      Pembelajaran kuantum memiliki model yang memadukan kontek dan isi pembelajaran
9)      Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada pembentukan ketrampilan akudemis, ketrampilan hidup, prestasi sisikal / material.
10) Pembelajaran kuantum menempatkan nilai dan keyakinan sebagai bagian penting proses pembelajaran
11)  Pembelajaran kuantum mengutamakan keberagaman dan kebebasan.
12)  Pembelajaran kuantum mengintegrasikan totalitas tubuh dan pikiran dalam proses pembelajaran
D.    Prinsip Utama Pembelajaran Quantum
Prinsip dapat berarti (1) aturan aksi / perbuatan yang diterima dan dikenal, (2) sebuah hukum aksiomia, 1 doksin fundamental.
Prinsip utama yang dimaksud adalah :
1)         Prinsip utama pembelajaran kuantum berbunyi “Bawalah dunia mereka (pembelajar) ke dalam dunia kita (pengajar) dan antarkan dunia kita (pengajar) ke dalam dunia mereka (pembelajar).
2)     Dalam pembelajaran kuantum juga berlaku prinsip bahwa proses pembelajaran merupakan permainan orkestra simfoni.
Prinsip dasar pembelajaran kuantum :
a.       Ketahuilah bahwa segalanya berbicara
b.      Ketahuilah bahwa segalanya bertujuan
c.       Sadarilah bahwa pengalaman mendahului penamaan
d.      Akuilah setiap usaha yang dilakukan dalam pembelajaran
e.       Sadarilah bahwa sesuatu yang layak dipelajari layak pula dirayakan
3)         Dalam pembelajaran kuantum juga berlaku prinsip bahwa pembelajaran harus berdampak bagi terbentuknya keunggulan.
Prinsip keunggulan dalam pembelajaran kuantum
a.       Terapkanlah hidup dalam integritas
b.      Akuilah kegagalan dapat membawa kesuksesan
c.       Berbicaralah dengan niat baik
d.      Tegaskanlah komitmen
e.       Jadilah pemilik
f.       Tetaplah lentur
g.      Pertahankanlah keseimbangan
E.     Tandur sebagai kerangka perencanaan pembelajaran model kuantum
Kerangka perencanaan pembelajaran kuantum TANDUR adalah sebagai berikut :
1.      Tumbuhan
:
Sertakan diri mereka, pikat mereka, puaskan keinginan tahunan mereka
2.      Alami
:
Berikan mereka pengalaman belajar, tumbuhan “kebutuhan untuk mengetahui”
3.      Namai
:
Berikan “data” tepat saat minat memuncak mengenalkan konsep-konsep pokok data materi pelajaran
4.      Demonstrasikan
:
Berikan kesempatan bagi mereka untuk mengaitkan pengalaman dengan data baru
5.      Ulangi
:
Rekatkan gambaran keseluruhannya
6.      Rayakan
:
Perayakan menambahkan belajar dengan asosiasi positif
F.     Beberapa Contoh Teknik Model Pembelajaran Kuantum
1)      Peta Konsep sebagai Teknik Belajar Efektif
Langkah-langkah teknis penggunaan peta konsep menurut Rose & Nicholl (2003), De Porter dan Hernacki (2002) adalah sebagai berikut :
a.       Mulai dengan topik di tengah halaman
b.      Buatlah cabang-cabangnya
c.       Gunakan kata-kata kunci
d.      Tambahkanlah simbol-simbol untuk mendapatkan ingatan yang lebih baik
e.       Gunakanlah huruf KAPITAL
f.       Tuliskan gagasan-gasasan penting dengan huruf-huruf yang lebih besar
g.      Hidupkanlah peta pikiran dengan hal-hal yang menarik
h.      Garis bawahi kata-kata itu dan gunakan huruf tebal/miring
i.        Bersikap kreatif dan berani
j.        Gunakan bentuk acak-acak untuk menunjukkan gagasan-gagasan
k.      Buatlah peta konsep secara horisontal, agar dapat memperbesar ruang bagi gagasan anda
2)      Cara membelajarkan peta konsep secara klasikal
Langkah-langkah cara pembelajaran dengan metode tugas kerja kelompok:
a.       Guru melakukan apersepsi
b.      Sajikan gambar
c.       Gunakan pertanyaan tentang dimensi / cakupan materi
d.      Sambil bertanya guru mencoba menstransfer jawaban siswa dalam bentuk peta konsep
e.       Perbaiki peta konsep yang belum terstruktur menjadi terstruktur
f.       Setelah gambar peta konsep jadi di papan tulis, guru meminta siswa untuk membuat peta konsep secara berkelompok
g.      Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok
h.      Selama siswa menyusun peta konsep, guru berkeliling untuk memberikan penjelasan
i.        Guru meminta siswa untuk membuat matrik konsep, mengelompokkan atributnya,
j.        Setelah selesai wakil kelompok ditugasi maju kedepan untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya
k.      Jika diperlukan guru memberikan penjelasan terhadap materi yang belum dipahami siswa
l.        Berikan masukan terhadap hasil pekerjaan siswa
m.    Lakukan post test
n.      Berikan siswa untuk memberikan masukan terhadap cara pembelajaran yang dilakukan oleh guru sebagai evakuasi untuk pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.
3)      Teknik memori
Teknik memori adalah teknik memasukkan informais kedalam otak yang sesuai dengan cara kerja otak.
-          Menurut Gunawan (2004) otak suka akan hal-hal yang bersifat :

1.      Ekstren berlebihan / tidak masuk akal
2.      Penuh warna
3.      Multi sensori
4.      Lucu
5.      Melibatkan Emosi
6.      Melibatkan Irama / musik
7.      Tindakan Aktif
8.      Gambar tiga dimensi dan hidup
9.      Menggunakan asosiasi
10.  Imalinasi
11.  Humor
12.  Simbol
13.  Nomor dan urutan

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India