Kaldik SD/MI Tahun 2015/2016

Kalender Pendidikan SD/MI Tahun Pelajaran 2015/2016 yang sudah di edit menjadi satu halaman. Terdapat berbagai versi dari gambar sampai pdf.

Poster 7K Sekolah

Poster 7k Sekolah dalam bentuk gambar, baik jpg maupun png. Silahkan di download bisa diprint untuk pajaangan di kelas.

Cara mengatasi anak yang membuat onar

Dalam proses belajar mengajar setiap tahunnya pasti ada-ada saja anak yang suka membuat onar. Simak cara mengatasinya berikut ini.

Menambahkan dan mengedit Video pada Power Point 2010

Supaya presentasi kita lebih profesional, maka kita dapat menambahkan serta mengedit video langsung di Power Point.

Multimedia Interaktif Perkalian dan Pembagian

Belajar perkalian dan pembagian menjadi lebih menyenangkan dengan Multimedia Interaktif

Learning to Know, to do, to be & to live together| ©Sudarsono

Jumat, 15 Juli 2011

RPP Tematik

RENCANA PELAKSANAN PEMBELAJARAN


Mata Pelajaran : Seni Budaya dan Keterampilan (Sentral), Matematika,
Bahasa Indonesia, PPkn, IPS
Satuan Pendidikan : SD Labschool (cita-cita) PGSD FKIP Kampus VI
Kebumen
Tema : Mengannyam
Kelas / Semester II/I
Pertemuan ke- : 1
Alokasi Waktu : 1 Minggu (5×6x35 menit)

Tujuan Pembelajaran : Melalui penjelasan guru, contoh, demonstrasi, praktek tentang membuat anyaman dari kertas, siswa dapat mengembangkan ekspresinya melalui menganyam dari kertas dengan memperhitungkan berbagai aspek kesukaannya

Materi Pokok :
1. Anyaman dari kertas, bernyanyi ekspresif , mewarnai
2. Memanfaatkan kertas bekas
3. Hidup hemat dan sederhana
4. Menulis karangan bertema Keindahan

Metode Pembelajaran
(Tuliskan cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan pembelajaran, mis. jigsaw, diskusi dsb.)
Pembelajaran dilakukan melalui transaksi, curah pendapat, melihat video, mengamati gambar proses mengannyam,. Mengamati contoh anyaman persiapan, awal, setengah jadi, selesai, dan finishing
Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran Awal
(Kegiatan apa saja yang dilakukan sebagai awal dari kegiatan, yang menghubungkan apa yang sudah diketahui siswa dengan apa yang akan dipelajari, apa yang memberi motiviasi siswa).
a. Menyiapkan kesiapan mental dan fisik anak untuk mengerjakan proyek membuat anyaman, hal ini dilakukan dengan munjukkan manfaat praktis yang diperoleh anak bila nanti bisa membuat hiasan anyaman, baik bagi diri sendiri maupun untuk keluarga
b. Mengajukan pertanyaan terkait yang membangkitkan pengalaman, pengetahuan, keterampilannya. Pertanyaan antara lain: pernahkah melihat kipas, tikar, kupat dari plastic, kupat dari janur, dan sebagainya.
c. Membahasa manfaat berlatih dan apa yang ingin dicapai dalam mengannyam. Menunjukkan latihan menganyam membuat siswa memiliki keterampilan yang dapat diterapkan tidak hanya mengannyam untuk kipas, tetapi dapat untuk membuat hiasan-hiasan rumah.
d. Menyampaikan berbagai konsep terkait (mata pelajaran lain) yang diperlukan dalam menganyam yang baik. Mengannyam dapat dilakukan dengan menggunaka kertas bekas, kertas-kertas yang tidak terpakai, terbiasa hidup sederhana, tidak hidup boros (hemat), menceriterakan proses mengannyam, dan sebagainya.
Kegiatan Inti
(Kegiatan siswa apa yang menjadi rangkaian kegiatan utama untuk menguasai materi pokok pembelajaran).
a. Eksplorasi
1) Bersama siswa mencari dan membicarakan berbagai hal terkait dengan anyaman: sebagai keterampilan membuat hiasan, memanfaatkan barang bekas, memanfaatkan barang tidak terpakai, sehingga barang-barang dapat dimanfaatkan secara maksimal, sehingga menghemat.
2) Menggunakan berbagai pendekatan pembelajaran, media, dan sumber belajar: bagaimana untuk dapat mengannyam, siswa dapat mengamati hasil anyaman yang sudah jadi, setengah jadi, dan proses penyiapan mengannyam.
3) Memfasilitasi interaksi anak dengan anak, anak dengan materi, orang dewasa (tetangga), lingkungan, dan sumber belakar lainnya. Guru dapat membuat kelompok sesuai pilihan apa yang akan dianyam, kelompok pengamatan berdasar objek yang diamati, menceriterakan secara singkat persiapan mengannyam, ketertarikan kepada kegiatan mengannyam, dan sebagainya.
4) Melibatkan siswa tanpa kecuali dalam pembelajaran: guru bersama siswa menyiapkan berbagai alat dan bahan untuk menganyam (dapat disiapkan di rumah sebagai pekerjaan rumah), menyepakati apa yang dapat dibawa siswa sebagai contoh, apa yang diinginkan anak disiapkan oleh guru (diarahkan proses mengannyam dari awal sampai selesai dalam bentuk sampel kerja).
5) Mendorong siswa berlatih mempraktekkan kerja secara joyful: siswa menganyam sesuai benda yang diidentifikasi atau sesuai keinginan siswa.
b. Elaborasi
1) Membiasakan siswa membaca, menulis untuk mendukung dan mengembangkan kualitas tugas. Guru bersama-sama siswa menyepakati untuk mencari sumber bacaan, gambar-gambar, barang-barang yang terkait dengan mengannyam.
2) Memfasilitasi siswa melalui tugas, diskusi, mendorong munculnya gagasan-gagasan baru. Berdasar persiapan bacaan, gambar dan contoh, guru dan siswa menyepakai barang apa yang akan dianyam oleh siswa sesuai keinginan siswa, bisa meniru barang atau siswa menciptakan gagasannya sendiri.
3) Membgeri kesempatan berpikir menentukan proyek mengannyamnya (memilih bentuk dan alat, mendesain/memilih bentuk, menyelesaikan masalah bila menemuinya.
4) Memfasilitasi siswa belajar secaa bermakna, bekerja, terlibat
5) Mendorong siswa berkompetisi secara sehat untuk memperoleh hasil anyaman yang baik dengan bekerja tekun, cermat, hati-hati.
6) Membimbing siswa menyusun laporan kerja tentang langkah dan tahap pengerjaan proyeknya. Siswa menceriterakan secara lisan dan tertulis.
7) Mendorong siswa berani menyajikan hasil kerjanya dalam pameran kelas
8) Mendorong siswa memperoleh rasa sukses, bangga terhadap kinerjanya, tumbuh semangat bila bekerja lagi
c. Konfirmasi
1) Memberikan umpan balik, reward, reinforcement. Guru meminta teman memilih manakah karya terbaik dan teman-teman berepuk tangan, karya paling indah, paling kuat, paling cepat, paling rapi, Berbagai kategori untuk memberikan rasa sukses kepada banyak siswa.
2) Memberikan konfirmasi hasil eksplorasi siswa dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber.Guru menyetujui pilihan siswa atau mengusulkan bila kurang tepat pilihan siswa, atau memberikan alternative, sehingga keputusan diterima semua pihak. Bahkan bila perlu memberikan alasan mengapa ini terbaik, ini terindah, terapi, dsb.
3) Mendorong siswa berefleksi atas pekerjaannya (kekurangan, kelebihan). Siswa yang belum berhasildikoreksi kekurangannya melalui pengakuannya siswa, tetapi tetap diberi dorongan untuk tetap memperbaiki diri.
4) Mendorong siswa memperoleh pengalaman bermakna dalam kompetensi: Siswa yang tercepat menceriterakan caranya bekerja cepat, terapi menceriterakan bagaimana ia bisa membuat secara rapi. Sebaliknya bagi anak yang belum mampu menganyam dibantu oleh teman atau guru, memberi contoh cara bekerja yang benar, mendorong siswa pasti bisa melakukan.
Kegiatan Akhir
(Kegiatan apa saja yang menjadi akhir dari rangkaian kegiatan untuk pembelajaran pada pelajaran ini.)
a. Bersama-sama teman dan guru membuat rangkuman langkah-langkah kerja dan berbagai keterampilan yang diperlukan
b.Berani menilai pekerjaannya sambil menganalisis kekurangan-kekurangtan dan kelebihannya
c. Memberikan umpan balik
d.Merencakanb kegiatan tindak lanjut
e. Merencanakan pembelajaran berikutnya
f.
Sumber dan Media
(Tuliskan sumber dan media belajar yang digunakan)
  1. Buku Sumber
TIM, Kerajinan Tangan dan Kesenian. JakartaYudantaka, 2010
TIM SD Labschool, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Kebumen, 2010.
TIM SD Lab School, Buku Pedoman Siswa. Kebumen, 2010.
Berbagai suku sumber yang diperoleh siswa
  1. Media
  1. Gambar seri menganyam
  2. Tata cara bercerita secara tertulis
  3. Vidio contoh mengannyam
  4. Berbagai media dari siswa
Penilaian (jenis dan prosedur)
(Tuliskan penilaian apa yang akan dilakukan untuk mengukur tercapai tidaknya tujuan pembelajaran dan kompetensi dasar, dan pilihlah jenis penilaian yang paling tepat).
  1. Jenis Evaluasi : Performan
  2. Prosedur : Evaluasi Proses dan hasil
a. Proses : rubric
b. Hasil : analisis laporan siswa
                                                                                                                                       Guru
Dr. Y. Padmono, M.Pd

Minggu, 03 Juli 2011

Uji Kejantanan Pasangan

     Ada beberapa kriteria tertentu yang harus dipenuhi untuk dapat mengatakan bahwa seorang laki-laki dapat dikatakan jantan atau istilah kekerennya Macho gitu lah. Ada yang menilai dari segi fisik, sikapnya, dan tentunya adalah perpaduan dai kedua unsur tersebut. Jadi sulit memang seseorang dapat dikatakan jantan atau gentle. Karena memang hal ini agak bersifat relative.
      Nah untuk sedikit memudahkan kita menyamakan persepsi ada salah satu cara unik untuk menguji apakah pasangan kita memang benar-benar cowok yang macho. Atau jangan-jangan malah Gay. Waah serem kan…, Hal ini sangat mudah untuk anda lakukan, langsung ajah ke TeKaPe. Caranya adalah dengan membandingkan panjang antara jari manis dan jari telunjuknya. Untuk lebih jelasnnya lihat gambar dibawah ini.

 
Bagaimana mudah bukan.???
Are you believe it.?? Up to you, akhirnya kembali lagi ke pribadinya masing-masing tentunya.

Jumat, 01 Juli 2011

ASEAN (Multimedia Interaktif)

 Tahukah kamu tentang ASEAN atau PERBARA.?
              Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (PERBARA) atau lebih populer dengan sebutan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) merupakan sebuah organisasi geo-politik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan di Bangkok, 8 Agustus 1967 melalui Deklarasi Bangkok oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, serta memajukan perdamaian di tingkat regionalnya. Negara-negara anggota ASEAN mengadakan rapat umum pada setiap bulan November.
         Nah agar lebih menyenangkan dalam belajarnya silahkan gunakan animasi berikut..,
Monggo..,




Apabila ada yang belum jelas dapat ditanyakan pada kolom komentar dibawah ini.

Pengertian dan Karakteristik Pembelajaran Jigsaw

A.  Pengertian Model Pembelajaran Jigsaw

Jigsaw pertama kali dikembangkan dan diujicobakan oleh Elliot Aronson dan teman-teman di Universitas Texas, dan kemudian diadaptasi oleh Slavin dan teman-teman di Universitas John Hopkins (Arends, 2001).
Teknik mengajar Jigsaw dikembangkan oleh Aronson et. al. sebagai metode Cooperative Learning. Teknik ini dapat digunakan dalam pengajaran membaca, menulis, mendengarkan, ataupun berbicara.Dalam teknik ini, guru memperhatikan skemata atau latar belakang pengalaman siswa dan membantu siswa mengaktifkan skemata ini agar bahan pelajaran menjadi lebih bermakna. Selain itu, siswa bekerja sama dengan sesama siswa dalam suasana gotong royong dan mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi.
Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw adalah suatu tipe pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan materi tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya (Arends, 1997).
Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif dimana siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4 – 6 orang secara heterogen dan bekerja sama saling ketergantungan yang positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang harus dipelajari dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain (Arends, 1997).
Jigsaw didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompoknya yang lain. Dengan demikian, “siswa saling tergantung satu dengan yang lain dan harus bekerja sama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan” (Lie, A., 1994).
Para anggota dari tim-tim yang berbeda dengan topik yang sama bertemu untuk diskusi (tim ahli) saling membantu satu sama lain tentang topic. Pembelajaran yang ditugaskan kepada mereka. Kemudian siswa-siswa itu kembali pada tim / kelompok asal untuk menjelaskan kepada anggota kelompok yang lain tentang apa yang telah mereka pelajari sebelumnya pada pertemuan tim ahli.
Pada model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, terdapat kelompok asal dan kelompok ahli. Kelompok asal yaitu kelompok induk siswa yang beranggotakan siswa dengan kemampuan, asal, dan latar belakang keluarga yang beragam. Kelompok asal merupakan gabungan dari beberapa ahli. Kelompok ahli yaitu kelompok siswa yang terdiri dari anggota kelompok asal yang berbeda yang ditugaskan untuk mempelajari dan mendalami topik tertentu dan menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan topiknya untuk kemudian dijelaskan kepada anggota kelompok asal.
Hubungan antara kelompok asal dan kelompok ahli digambarkan sebagai berikut (Arends, 1997) :
Kelompok Asal


Kelompok Ahli
Gambar. Ilustrasi Kelompok Jigsaw

Ada 3 model pembelajaran Jigsaw ( Doolittle, 2002 ), antara lain :
  1. Whithin Group Jigsaw
Masing-masing anggota kelompok bertanggung jawab untuk mempelajari satu bagian persoalan yang harus dipecahkan kelompoknya, selanjutnya masing-masing harus mengajarkan kepada anggota lain dalam satu kelompok.
  1. Expert Group Jigsaw
Anggota kelompok dari semua kelompok yang mendapat bagian persoalan yang sama berkumpul menjadi “ kelompok ahli “ untuk bersama-sama mempelajari dan memecahkan persoalan tersebut. Kemudian masing-masing kembali ke kelompok asalnya dan mengajarkan apa yang telah mereka pelajari pada “ kelompok ahli “ tadi.
  1. Whole Group Jigsaw
Pada model ini kelompok yang terbentuk pertama kali sudah langsung menjadi “ kelompok ahli “ yang masing-masing mempelajari persoalan yang berbeda dengan kelompok lain. Setelah itu masing-masing kelompok mengajarkan bagian persoalannya kepada kelompok lain melalui diskusi atau presentasi.
B. KARAKTERISTIK
Pembelajaran kooperatif dengan model Jigsaw mempunyai karakteristik atau ciri sebagai berikut :
  1. Siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang dengan memperhatikan keheterogenan.
  2. Bekerjasama positif dan setiap anggota bertanggung jawab untuk mempelajari masalah tertentu dari materi yang diberikan dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain.
  3. Terdapat kelompok asal dan kelompok hasil yang saling bekerjasama.